Tuesday, May 6, 2014

Bermula Dari Sebatang Rokok

Dalam imajinasi Ratih Kumala, sebatang udut alias rokok bisa jadi kisah menarik yang cukup menggelitik. Seperti biasa, saya tidak akan menukil cerita di dalam bukunya. Dalam blog post ini, saya lebih ingin bercerita mengapa buku berjudul Gadis Kretek ini menarik untuk saya.

Bukan karena cerita yang jenius atau riset pelik yang membuat buku ini menghuni rak buku saya, melainkan karena kesederhanaan bahasa. Saya tidak pernah suka dengan buku-buku yang terlalu "berbunga-bunga", njelimet, dan terlalu banyak intrik yang akhirnya malah mbundet seperti benang kusut.

Gaya Ratih bercerita sangat runut, dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, setiap larik kalimat membawa kita lebih jauh ke dalam cerita. Dari sebatang rokok, Ratih membawa kita menembus waktu ke puluhan tahun yang lalu. Dari sebatang rokok pula, Ratih menyisipkan cerita Indonesia di masa kemerdekaan dulu.

Membaca buku ini membuat kita banyak tahu tentang rokok. Meskipun tidak menghisapnya bukan berarti tidak mau tahu sama sekali, dong? Karena bagaimana pun, Indonesia juga termasuk penghasil bahan baku rokok terbaik, lho. Sang penulis juga membawa kita ke sebuah penggambaran buruh linting rokok, yang ternyata hampir semuanya perempuan.

Oh iya, satu lagi yang menarik! Di dalam buku ini, kita bisa menemukan beberapa sketch packaging rokok zaman dulu. Buat yang suka barang-barang vintage, pasti suka melihatnya.

Tidak butuh waktu lama untuk saya menyelesaikan buku ini, kalau tidak salah hanya dua atau tiga hari saja. Mengingat padatnya pekerjaan, menyelesaikan buku dalam kurun waktu tak sampai seminggu adalah magic!

Singkat kata, Ratih Kumala berhasil menjadi salah satu penulis Indonesia, yang saya perhitungkan untuk diikuti karyanya. Saya suka gaya penulisannya dan saya suka karena bukunya dapat memperkaya saya.

No comments:

Post a Comment