![]() |
| Small, light, and very convenient |
"Iya"
"Berat-berat amat. Pakai Kindle aja"
"Hmmm, gak ah. Tetap lebih enak bawa buku. Beda sensasinya."
Sejak bertahun-tahun lalu, sesungguhnya sudah sekian banyak orang menyarankan saya beralih dari membawa buku kemana-mana jadi membawa Kindle saja. Saat itu alasan saya enggan beralih adalah karena saya memang suka sekali aroma kertas buku, baik kertas yang masih putih bersih lantaran baru, maupun kertas yang sudah menguning dan berbau apek. Rasa-rasanya menyentuh dan membolak-balik halaman buku punya sensasi beda. Mungkin hanya bibliophile yang bisa mengerti.
Lalu, beberapa bulan lalu, saat membeli beberapa buku baru, saya mendapati rak buku yang sudah "tak sehat", seperti akan ambruk, sudah terlalu "gendut" dengan tumpukan buku. Menambah rak buku lagi pun tak mungkin, karena area kamar tidur yang tak luas. Bingunglah saya dimana menyimpan buku-buku berikutnya? Kemudian terbersitlah di benak, "Apakah ini saatnya beralih ke Kindle?".
Saya ungkapkan wacana keinginan beralih ke Kindle ini kepada seorang teman yang kebetulan pengguna Kindle. Dia pun menawarkan pada saya untuk meminjamkan Kindle-nya beberapa jam, agar saya bisa explore fitur dan merasakan sensasi memegang dan membaca dengan e-book reader keluaran Amazon ini. Bermodal beberapa jam pengalaman menggunakan Kindle, ternyata memuaskan! Tak ragulah lagi, saya putuskan untuk membeli. Maka resmilah saya menjadi pengguna Kindle, April lalu, yeay!
Ternyata pada akhirnya, saya jatuh juga dalam pesona e-book dan Kindle sebagai reader device-nya. Welcome to my world, Kindle! :)
