Tidak pernah terbersit sedikit pun untuk tahu menahu soal kehidupan socialite Jakarta & kota besar lainnya. Tapi sebulan belakangan, saya seperti “dipaksa” untuk tahu - paling tidak - sedikit tentang kaum elite super sejahtera ini. Penyebabnya, pertama karena kebetulan saya sedang handle salah satu brand yang pasarnya premium, kedua karena saya menemukan, tertarik, dan akhirnya membaca sebuah buku berjudul KOCOK!. Dan penyebab kedua inilah yang akan saya ceritakan kali ini.
Membaca buku tulisan Joy Roesma (mantan wartawan majalah Femina) dan Nadia Mulya (mantan putri Indonesia) ini, cukup menarik. Mereka melabeli buku mereka dengan The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites. Jadi saat membacanya, saya pun bersiap untuk dikejutkan dengan the untold stories tersebut. Well, saya memang menemukan beberapa cerita yang cukup membuat geli, heran, tidak habis pikir, dan sebagainya.
Bayangkan ada yang rela sewa tas Hermes seminggu sekali, demi supaya tidak terlihat cuma punya satu tas yang dianggap paling hits itu. Padahal harga sewanya sendiri tidak murah, lho. Bisa sampai 10 juta sendiri. Semua dilakukan demi tampak fabulous di antara komunitas arisannya, dan tentunya tampak cling di depan kamera fotografer majalah kelas A++.
Overall, buku ini sebenarnya kurang mendalam, setiap babnya pendek-pendek, menimbulkan rasa “nanggung” ketika membacanya. Tapi, aside from that, saya mendapat sudut pandang baru setelah membacanya. I have this weird feeling while reading the book. Mengapa wierd? Karena membaca buku ini membuat saya berpikir how ridiculous those mega rich people are, while all this time so many people wish to be like them.
Mengetahui betapa sibuknya para wanita sosialita ini mengikuti arisan, dan menghabiskan jutaan rupiah untuk sasak rambut dan poles make up, justru membuat saya lebih mensyukuri hidup saya sekarang. Saya tidak perlu repot sasak rambut, karena saya pakai jilbab. Tidak perlu poles make up, karena tidak ada occasion yang mewajibkan saya, dan tidak ada orang yang perlu saya pameri polesan make up tebal juga.
Melihat mereka membuat saya lebih menghargai diri saya, yang selalu harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Setidaknya itu membuat saya lebih menghargai banyak hal dalam hidup saya.
Anyway, saya memang tidak akan menceritakan isi bukunya. Buat yang penasaran baca saja bukunya, ya. Tidak akan rugi, kok. Terutama untuk mereka yang seperti saya, tidak pernah terpikir untuk menjamah dunia antah berantah para sosialita. Dengan membaca buku ini, kita akan disadarkan kembali, bahwa dunia bertabur berlian itu ada, dan betapa banyaknya orang yang tak peduli merayap atau merangkak berusaha menjadi bagian dari dunia tersebut.
Selamat membaca!
